DUNIA TEMPAT UJIAN


    Dunia tempat ujian, Akhirat tempat menerima keputusan. Senang untuk diungkapkan tetapi hanya yang mengalaminya sahaja yang mengetahui perasaannya. Orang yang betul-betul kuat imannya sahajalah yang mampu untuk bertahan dilanda badai ombak ujian yang Allah swt berikan. Sebab itulah, Allah swt berfirman dalam surah al-Ankabut ayat 2; 

{أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ} 
Maksudnya:
"Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?"

    Menurut Tafsir Ibnu Kathir, Istifham atau kata tanya menunjukkan makna sanggahan. Makna yang dimaksud ialah bahwa Allah swt. pasti akan menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai dengan kadar iman masing-masing, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis sahih yang mengatakan:

"أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الصَّالِحُونَ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلَابَةٌ زِيدَ فِي الْبَلَاءِ"

Maksudnya : Manusia yang paling berat ujiannya ialah para nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu orang yang terkemuka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya; jika agamanya kuat, maka ujiannya diperberat pula. 

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam surah Ali Imran ayat 142:

{أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ}

Maksudnya:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

    Hal yang sama disebutkan di dalam surat At-Taubah, dan di dalam surat Al-Baqarah disebutkan oleh firman-Nya dalam surah al-Baqarah ayat 214:

{أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ 
مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ}

 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Kerana itulah dalam surah al-Ankabut ayat 3 ini dinyatakan firmannya:

{وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ}

Yang bermaksud: "Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

    Iaitu orang-orang yang benar dalam pengakuan imannya, juga orang-orang yang dusta dalam pengakuan imannya. Allah swt mengetahui apa yang telah terjadi di masa lalu, mengetahui apa yang akan terjadi, mengetahui pula apa yang tidak akan terjadi dan apakah akibatnya seandainya hal itu terjadi. Hai ini merupakan sesuatu yang telah disepakati di kalangan semua imam ahli sunnah wal jamaah.

    Setelah kita meneliti firman Allah swt dari beberapa potong ayat dari surah-surah di atas dapatlah kita mengambil iktibar bahawa sememangnya hidup kita di atas muka bumi ini adalah untuk diuji bagi menentukan tahap keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt. Ia bakal menentukan darjat dan tingkat kita di dalam syurga kelak.

    Tiada satu insan pun yang akan terlepas dari diuji oleh Allah tidak kira pangkat, darjat, keturunan. Pasti akan diuji dan dicuba oleh Allah swt . Mudah-mudahan kita tergolong dalam golongan hambaNya yang soleh dan terus sabar di dalam menempuhi segala mehnah dan tribulasi selagi hayat dikandung badan serta dapat berehat setelah memasuki alam barzakh. Amiin. 



Comments